Oleh: Miftahul Arzak
“Banyak koruptor di Indonesia dari Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada”.
Sekali lagi ketua wakil rakyat (DPR RI) Marzuki Alie mengeluarkan pernyataan yang kontroversial, sejak penyataannya tentang masyarakat yang terkena tsunami dan itu kesalahan karena mereka tinggal didaerah laut hingga pembubaran KPK yang banyak disorot oleh media cetak maupun elektronik nasional.
menurut beberapa tokoh, pernyataan itu merupakan pernyataan “bodoh” dari seorang yang sebenarnya dapat lebih intelek dalam memandang isu atau masalah yang timbul disekitar kita saat ini.
seperti yang dikatakan oleh bapak Anies Baswedan yang juga alumni Universitas Gadjah Mada, mengenai pernyataan yang membuat kontroversi ini,”Pernyataan itu tidak pantas sebagai ekspresi wakil rakyat. Wakil rakyat harus lebih cerdas,” . memang saat ini pejabat-pejabat di Indonesia sering dihinggapi oleh isu korupsi dan kejahatan kasus, ini semua membuat seluruh orang dengan mudah dan keras saling tuduh menuduh untuk menjatuhkan lawan atau pun mengeluarkan pernyataan yang tidak berbobot.
hingga kini, pernyataan ini telah dilaporkan dan siap dibawah ke meja hijau oleh salah seorang alumni Universitas Indonesia. bagaimana kelanjutan permasalahan dari pernyataan Marzuki Alie yang kini memunculkan permasalahan lagi. apakah ini hanya pengalihan isu, menuduh seseorang dalam ranah politik, atau ketua DPR RI saat ini memang tidak dapat dikatakan sebagai orang yang intelek dari segi lisan maupun fikiran untuk mengeluarkan argument, jika muncul pernyataan dan masalah lain lagi dari mulut salahsatu petinggi partai besar di Indonesia ini, maka dapat dipertanyaakan kemampuan dan etika yang dia miliki sebagai seorang petinggi di Indonesia.
axihmpftt kjdmp pwhdobt lsfp nmbtopobmsuubsb