Oleh : Miftahul Arzak
Melihat sisi lain dari hari Buruh se-dunia. Sejak mendekati tanggal 1 Mei seluruh buruh di Dunia, khususnya Indonesia tiap tahunnya mempersiapkan diri untuk menyambut hari dimana mereka menyatukan suara untuk menyampaikan aspirasinya. tepat tahun 2012 saat ini, ada beberapa yang mereka suarakan antara lain: menetapkan tanggal 1 Mei untuk hari libur Nasional dan menaikkan Upah Minimum dari rata-rata Rp. 850.000 menjadi Rp. 1.000.000/orang.
melihat tuntutan kedua sebagai salah satu hak dari para buruh di Indonesia, tuntutan yang sangat wajar jika dibalikkan kembali dari fakta-fakta aktifitas dan pekerjaan mereka sehari-hari. beberapa kebijakan dari pemerintah yang saat ini menjadi benang merah sehingga beberapa barang sehari-hari naik membuat semakin berata hari-hari dari para buruh menapaki kesehariannya.

namun, dibalik itu semua tuntutan itu menjadi sebuah tantangan besar untuk pengusaha yang memiliki pekerja tiap harinya. Lihat saja pada tanggal 1 Mei ini hampir seluruh buruh berkumpul untuk menyampaikan aspirasinya dan mencapai hingga beratus hingga beribu orang. nah, lalu siapa yang memegang pekerjaan keseharian mereka saat hampir beberapa pekerja tidak menjalankan tanggung jawabnya.
selanjutnya muncul tuntutan-tuntunan kenaikan Upah Minumum yang semakin tinggi menjadi pikiran tersendiri oleh beberapa pengusaha yang memiliki lebih dari puluhan buruh. Siapkah mereka untuk menjalankan seluruh tuntunan tersebut.
beberapa layar televisi memberitakan kegiatan buruh saat ini yang menyampaikan beberapa keinginan mereka di para pemimpin, hingga beberapa ruas jalan pun di alihkan. Namun, dibalik jendela gedung-gedung dan perusahaan beberapa pengusaha sejenak membuka jendela dan menarikkan nafas untuk setahun sekali, mau tidak mau jika pemerintah sudah mengatakan dan melakukan tuntutan mereka, maka akan menjadi hari-hari sial bagi para pengusaha.
Sudah siapkah pengusaha untuk menjalankan tuntutan dari para buruhnya, semoga tuntutan itu tidak hanya membuat mereka puas namun dibalik itu rekan-rekan para buruh semakin meningkatkan kualitasnya dalam bekerja sehari-hari.
wah,,iya ya,,gak terfikirkan kalau hari buruh pasti ada sebuah tuntutan bagi para pengusaha,,,hehe
siap dan tidak harus siap pak,,saya yakin mereka sudah tahu konsekuensi jadi pengusaha,,hehe
ok.. tapi semoga bisa adil seadil-adilnya untuk semua yaaa
waktu mahasiswa.. saya sangat membela buruh & kaum arginal dengan segala tuntutannya..
sekarang jadi pengusaha.. jadi mikir jg kalo semua tuntutan buruh dipenuhi maka pengusahanya dapet apa?
lah wong di negara ini segala macam potongan banyak banget.. mulai yang resmi (pajak) sampe yang pungli…
hmmm…